> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://santri.vip/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Jiwa ke-ndesoan Saya Akhirnya Bergejolak Juga
- URL: https://santri.vip/jiwa-ke-ndesoan-saya-akhirnya-bergejolak-juga/
- Published: 2026-10-23T02:46:33.000Z
- Updated: 2026-10-23T02:46:33.000Z
- Author: Muhammad Lutfi Alhakim
- Tags: Cerita

2 tahun silam, saya diundang dalam acara pelatihan Coordinator of Community Work Training Center oleh INTALA (Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan), Ditjen Binalattas, Kemnaker RI di Surabaya Walaupun saya belum pernah ke surabaya tapi saya tetap nekat berangkat, bermodalkan tanya sana tanya sini akhirnya saya sampai di pintu masuk lokasi Seperti biasa saya datang dengan sepatu yang saya pinjam karena memang pada saat acara wajib memakai sepatu, kalaupun tidak saya mungkin memilih memakai sandal jepit (lebih isis dan lebih praktis) Ya walaupun pakai sepatu pinjaman setidaknya saya punya niat baik untuk menghormati mas mas dan mbak mbak panitia Si mas mas panitia yang bertugas, mempersilahkan saya menuju ke atas (lantai 4) untuk makan, bisa lewat tangga atau lewat Lift (semacam timba sumur tapi ini ngangkut orang), yang perlu diperhatikan, saat naik lift jangan pernah melepas sepatu atau sandal, karena saat kamu keluar, sandal sudah pasti hilang dan anda pasti kebingungan, kalau saya tidak sampai se-ndeso ini, hihihi Ditengah acara, saya dan peserta lain dipersilahlan makan lagi hanya saja tempatnya berbeda Saya bahkan sampai kebingungan ketika ingin membuat secangkir kopi, bagaimana tidak, biasanya saya tinggal bilang "mak, kopi hitam satu" kali ini beda, karena kopi disini tidak ada penjualnya alias buat sendiri Saya dihadapkan mesin pembuat kopi (coffe machine), dan memperhatikan tulisan tulisan yang ada, sialnya semua tulisannya bahasa inggris Bermodalkan bahasa inggris sisa sekolah dulu, dari sekian banyak tombol yang ada, saya memililih espresso karena saya berpikir, espresso = expres = cepat (ndang bar ndang wes) Lebih sialnya lagi, ada orang yang antri, jangan sampai ke-ndesoanku terbongkar gumanku dalam hati, setelah saya tunggu beberapa saat, kopi yang keluar sangat sedikit, ternyata eh ternyata, kopi dan air panasnya terpisah, oke saya geser kesamping dan air panas secara otomatis keluar Ndesonya lagi saya saya tidak tahu cara mematikan air panasnya, sampai sampai saya siapkan cangkir ke 2, jaga jaga kalau tumpah hahaha Akhirnya airnya berhenti, ngepres untuk ukuran sebuah cangkir, walhasil saya berhasil dan bisa bernafas lega Saya sendiri pun sebenarnya baru pertama kali ini, namun lebih anehnya lagi orang yang antri ternyata juga tidak bisa, melihat gerak geriknya yang kebingungan saya dengan mantap berkata "tinggal pencet tombol ini pak, nanti ditunggu sebentar, kalau sudah, tinggal geser ke samping sedikit" (padahal saya juga baru bisa wkwkw) Alasan itulah yang melatar belakangi saya lebih suka ke warung mak Ni, karena tinggal bilang "mak, kopi hitam bungkus" dan masalahpun beres Setidaknya dari sini saya belajar, sampaikanlah ilmu walau sedikit, teringat kisah dalam kitab ushfuriahnya syaikh Muhammad bin Abi bakar, Sahabat Ali bin abi thalib berkata إذاصرفت من المال فإنه ينقص وإذاصرفت من العلم يزيد Ketika engkau membagikan harta maka akan berkurang, tapi jika kau membagikan ilmu maka ilmu akan selalu bertambah